Fadhli M. Adnan
XI-IPS-1
2600007
Perang Dunia II atau yang sering disingkat
PDII adalah salah satu perang terbesar sekaligus paling mematikan sepanjang
sejarah umat manusia. Perang ini melibatkan banyak sekali negara-negara di
dunia, termasuk dua negara besar adidaya, Amerika dan Rusia. Secara umum,
Perang Dunia II merupakan perang antara dua kekuatan aliansi militer yang
terbentuk saat itu, yaitu, blok Sekutu, yang terdiri atas Inggris, Perancis,
Amerika Serikat, dan Uni Soviet, dan blok Poros, yang terdiri dari Jerman,
Jepang, dan Italia.
Dengan perang yang begitu dahsyat dan
luas, peperangan yang berlangsung selama sekitar enam tahun ini tentu
menimbulkan dampak yang besar bagi dunia. Setelah perang dimenangkan oleh
Sekutu, banyak perubahan yang terjadi di bidang politik, ekonomi, dan sosial di
seluruh negara-negara dunia.
Pasca perang, banyak negara-negara besar
seperti Inggris dan Perancis yang kehilangan hegemoni—dominasi
kepemimpinan—mereka di dunia internasional. Akibat dari hal ini, banyak dari
negara-negara besar yang bersaing untuk memperebutkan hegemoni untuk menjadi
negara yang paling berkuasa di dunia. Maka muncullah dua kekuatan negara
adikuasa: Amerika Serikat, yang kuat secara material, dan Uni Soviet, yang kuat
secara psikologis.
Kedua negara besar tersebut saling
bersaing untuk mengambil alih hegemoni dunia dengan cara menanamkan banyak
pengaruh dan ideologinya di berbagai negara di dunia. Dampak yang terjadi
adalah munculnya dua kelompok negara, yakni Blok Timur dan Blok Barat.
Ketegangan antara Uni Soviet dan Amerika
Serikat juga menimbulkan perang baru yang dikenal dengan istilah Perang Dingin.
Disebut demikian karena tidak adanya keterlibatan militer secara langsung pada
perang ini. Namun kedua negara tersebut sama-sama memiliki kekuatan nuklir
sehingga menimbulkan ketegangan yang tinggi antara dua negara besar ini.
Alih-alih peperangan fisik, perang yang
terjadi adalah berupa perang ideologi. Kedua negara besar ini memiliki dua ideologi
yang saling bertentangan, yakni liberalis-kapitalis dan sosialis-komunis.
Amerika Serikat dengan ideologi liberalis-kapitalis ini lebih mengedepankan
kebebasan individual. Sementara itu, sosialis-komunis yang dicetuskan oleh Uni
Soviet lebih menginginkan masyarakat yang bersatu untuk kesejahteraan rakyat
secara menyeluruh.
Sebelum perang, Amerika dan Soviet juga
membentuk pakta pertahanan untuk saling mengimbangi kekuatan lawan. Amerika
Serikat di barat membentuk North Atlantic Treaty Organization (NATO) atau
Organisasi Pertahanan Atlantik Utara. Sementara Uni Soviet membentuk Pakta
Warsawa yang di dalamnya beranggotakan Uni Soviet, Albania, Bulgaria,
Cekoslowakia, Jerman Timur, Hongaria, Polandia, dan Rumania.
Awal Perang Dingin ditandai dengan
dibangunnya Tembok Berlin yang juga dikenal sebagai Tirai Besi. Tembok ini
membagi dua wilayah Jerman menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur. Tak hanya membelah
Jerman, tembok ini juga membelah Eropa menjadi dua ideologi. Kapitalis dan
Komunis.
Inti dari Perang Dingin sendiri
adalah Uni Soviet ingin agar paham Komunisme menyebar sampai ke seluruh dunia.
Sementara Amerika Serikat ingin untuk menekan pengaruh paham ini sampai
sekecil-kecilnya.
Selama terjadinya perang, Uni Soviet
menyebarkan agen-agen intelijennya ke seluruh dunia untuk menanamkan paham
Komunisme di berbagai belahan dunia. Alhasil, negara-negara di dunia pecah
menjadi dua kubu. Satu komunis dan satu kapitalis. Hal ini tentu saja
menimbulkan banyak kerusuhan dan pemberontakan di berbagai negara karena tidak
bisa menyatunya golongan yang menganut komunisme dengan golongan Kapitalisme.
Di Hungaria, terjadi pemberontakan melawan
gerakan komunisme. Sebaliknya, di Kuba dan China terjadi pemberontakan oleh
para penganut komunis. Di China bahkan terbentuk Tirai Bambu, versi Asia dari
Tirai Besi yang membagi Republik Rakyat China yang menganut Komunis dengan
negara-negara yang anti-komunis. China juga sempat beradu konflik dengan Uni
Soviet sendiri akibat adanya perbedaan penafsiran ajaran Marxis-Leninisme.
Perang Dingin juga hampir membawa dunia
kepada perang nuklir akibat adanya krisis rudal antara Amerika Serikat dengan
Uni Soviet. Hal ini diakibatkan Amerika menaruh balistik rudalnya di Italia dan
Turki yang mampu menjangkau Moskow. Sebagai balasannya, Uni Soviet menaruh
rudalnya di Kuba. Tapi pada akhirnya Amerika dan Uni Soviet masing-masing
bernegosiasi dan memutuskan untuk menarik kembali rudalnya dari Italia, Turki,
dan Kuba.
Perang Dingin berakhir pada akhir abad ke dua
puluh. Saat itu kondisi negara-negara dunia mulai membaik. Konflik-konflik
berangsur-angsur mereda. Amerika Serikat dan Uni Soviet menandatangani
perjanjian SALT I dan SALT II yang didalamnya berisi kesepakatan bagi kedua
negara untuk mengurangi kekuatan militer mereka. Kedua negara ini kemudian
melakukan dialog intensif yang berlokasi di Malta dan mendeklarasikan bahwa
Perang Dingin telah berakhir.
Sumber