Selasa, 17 April 2018

Hagia Sophia, dari Gereja Lalu Masjid Kini Museum


Nama: Fadhli M. Adnan 1700007


            Hagia Sophia adalah sebuah bangunan museum megah yang menjadi landmark kota Istanbul di Turki. Dalam bahasa Turki, Hagia Sophia dikenal dengan sebutan Aya Sofya yang artinya kebijaksanaan suci. Sebelum menjadi museum, Hagia Sophia memiliki sejarah panjangnya sebagai gereja dan masjid.
            Hagia Sophia didirikan pada masa Kekaisaran Byzantium. Saat itu Kota Istanbul masih bernama Konstantinopel. Pada awal didirikannya, bangunan ini difungsikan sebagai gereja kristen. Gereja tiga tingkat ini dibangun oleh Kaisar Justinian dengan masa pembangunan selama 6 tahun dan selesai pada tahun 537 M.
            Pada masanya, Hagia Sophia merupakan bangunan termegah yang pernah ada. Dengan panjang 82 meter, lebar 73 meter, dan tinggi 55 meter. Di dalamnya, Hagia Sophia dihiasi oleh emas-emas dan permata. Ratusan lukisan mozaik memenuhi dinding bagian dalam bangunan ini. Tidak ada bangunan lain yang mampu menandingi keindahan Hagia Sophia hingga pada tahun 1616 Sinan membangun Blue Mosque di seberang Hagia Sophia.
            Hagia Sophia berlangsung menjadi gereja selama 916 tahun lamanya hingga pada 29 Mei 1423, Sultan Mehmed II menaklukan Konstantinopel dan meruntuhkan Kekaisaran Byzantium. Sultan Mehmed II lalu mengunjungi Hagia Sophia. Karena terpesona dengan keindahan Hagia Sophia, Sultan Mehmed lalu menyuruh seseorang untuk mengumandangkan adzan dari Hagia Sophia. Dan sejak saat itulah Hagia Sophia berubah fungsi dari gereja menjadi masjid.
            Saat dijadikan masjid, Sultan Mehmed II memerintahkan agar lukisan-lukisan mozaik di dinding Hagia Sophia ditutup dan digantikan dengan lukisan ayat-ayat Al-quran. Ornamen-ornamen kristen dan patung-patung juga dipindahkan ke tempat lain, digantikan dengan ornamen-ornamen islam. Pada 1 Juni 1453, sholat jumat pertama dilaksanakan di Hagia Sophia. Pada tanggal itu Sultan juga menunjuk Paderi Kristen Ortodoks yaitu kepala pendeta kepala yang mengurus urusan-urusan agama Kristen, yaitu Gennadius Scholarius. Umat Kristen diberi kesempatan seluas-luasnya untuk menjalankan ibadah di rumah-rumah ibadah mereka.
            Setelah penaklukan Konstantinopel, Sultan Mehmed II memindahkan ibukota Utsmani ke kota tersebut. Lalu Konstantinopel diganti namanya menjadi Kota Istanbul yang artinya Kota Artinya. Sultan membangun Konstantinopel dan mengembalikan sebagai pusat peradaban dan menjadikannya kota termegah di dunia. Sultan memerintahkan kepada arsiteknya untuk menghias kota dengan taman-taman yang dialiri air, masjid-masjid, tempat pemandian, dan juga Kapali Carsi atau Grand Bazaar, sebagai pasar pusat yang menampung ribuan pedagang. Pada tahun 1459 Sultan memerintahkan untuk menegakkan sebuah bangunan istana, di titik yang paling menjorok ke lautan, istana ini dikenal dengan nama Istana Tokapi.
            Hagia Sophia menjadi masjid selama 482 tahun lamanya. Totalnya, bangunan ini dijadikan sebagai tempat ibadah selama hampir 1400 tahun lamanya.
            Hingga pada tahun 1935 ketika Turki menjadi Republik, presiden pertamanya Mustafa Kemal Ataturk, memerintahkan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Mulailah pembongkaran Hagia Sophia, dengan menampakkan kembali simbol lukisan-lukisan sakral kekristenan, seperti yang dapat kita lihat saat ini. Dimana ada dua simbol agama Islam dan Kristen dalam bangunan ini.