Nama: Fadhli M. Adnan 1700007
Hagia Sophia
adalah sebuah bangunan museum megah yang menjadi landmark kota Istanbul
di Turki. Dalam bahasa Turki, Hagia Sophia dikenal dengan sebutan Aya Sofya
yang artinya kebijaksanaan suci. Sebelum menjadi museum, Hagia Sophia memiliki
sejarah panjangnya sebagai gereja dan masjid.
Hagia Sophia
didirikan pada masa Kekaisaran Byzantium. Saat itu Kota Istanbul masih bernama
Konstantinopel. Pada awal didirikannya, bangunan ini difungsikan sebagai gereja
kristen. Gereja tiga tingkat ini dibangun oleh Kaisar Justinian dengan masa
pembangunan selama 6 tahun dan selesai pada tahun 537 M.
Pada masanya,
Hagia Sophia merupakan bangunan termegah yang pernah ada. Dengan panjang 82
meter, lebar 73 meter, dan tinggi 55 meter. Di dalamnya, Hagia Sophia dihiasi
oleh emas-emas dan permata. Ratusan lukisan mozaik memenuhi dinding bagian
dalam bangunan ini. Tidak ada bangunan lain yang mampu menandingi keindahan
Hagia Sophia hingga pada tahun 1616 Sinan membangun Blue Mosque di seberang
Hagia Sophia.
Hagia Sophia
berlangsung menjadi gereja selama 916 tahun lamanya hingga pada 29 Mei 1423,
Sultan Mehmed II menaklukan Konstantinopel dan meruntuhkan Kekaisaran
Byzantium. Sultan Mehmed II lalu mengunjungi Hagia Sophia. Karena terpesona
dengan keindahan Hagia Sophia, Sultan Mehmed lalu menyuruh seseorang untuk
mengumandangkan adzan dari Hagia Sophia. Dan sejak saat itulah Hagia Sophia
berubah fungsi dari gereja menjadi masjid.
Saat dijadikan
masjid, Sultan Mehmed II memerintahkan agar lukisan-lukisan mozaik di dinding
Hagia Sophia ditutup dan digantikan dengan lukisan ayat-ayat Al-quran.
Ornamen-ornamen kristen dan patung-patung juga dipindahkan ke tempat lain,
digantikan dengan ornamen-ornamen islam. Pada 1 Juni 1453, sholat jumat pertama
dilaksanakan di Hagia Sophia. Pada tanggal itu Sultan juga menunjuk Paderi
Kristen Ortodoks yaitu kepala pendeta kepala yang mengurus urusan-urusan agama
Kristen, yaitu Gennadius Scholarius. Umat Kristen diberi kesempatan
seluas-luasnya untuk menjalankan ibadah di rumah-rumah ibadah mereka.
Setelah penaklukan
Konstantinopel, Sultan Mehmed II memindahkan ibukota Utsmani ke kota tersebut.
Lalu Konstantinopel diganti namanya menjadi Kota Istanbul yang artinya Kota
Artinya. Sultan membangun Konstantinopel dan mengembalikan sebagai pusat
peradaban dan menjadikannya kota termegah di dunia. Sultan memerintahkan kepada
arsiteknya untuk menghias kota dengan taman-taman yang dialiri air,
masjid-masjid, tempat pemandian, dan juga Kapali Carsi atau Grand Bazaar,
sebagai pasar pusat yang menampung ribuan pedagang. Pada tahun 1459 Sultan
memerintahkan untuk menegakkan sebuah bangunan istana, di titik yang paling
menjorok ke lautan, istana ini dikenal dengan nama Istana Tokapi.
Hagia Sophia
menjadi masjid selama 482 tahun lamanya. Totalnya, bangunan ini dijadikan
sebagai tempat ibadah selama hampir 1400 tahun lamanya.
Hingga pada tahun
1935 ketika Turki menjadi Republik, presiden pertamanya Mustafa Kemal Ataturk,
memerintahkan untuk mengubah Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Mulailah
pembongkaran Hagia Sophia, dengan menampakkan kembali simbol lukisan-lukisan
sakral kekristenan, seperti yang dapat kita lihat saat ini. Dimana ada dua
simbol agama Islam dan Kristen dalam bangunan ini.
