Nama: Fadhli M. Adnan 1700007
Perang Troya
adalah salah satu perang terbesar dalam sejarah peradaban Yunani. Inti perang
ini adalah penyerbuan bangsa Yunani terhadap kota Troya di Asia Kecil yang saat
ini dipercaya terletak di Turki modern dekat Dardanelles. Perang ini terjadi
pada sekitar abad ke-13 atau 12 SM dan berlangsung selama sepuluh tahun
lamanya.
Jika menurutkan
mitologinya, Perang Troya sangat dipengaruhi oleh campur tangan dewa-dewi
Yunani Kuno. Akar dari peperangan ini berawal pada pesta pernikahan Peleus dan
Thetis, semua dewa-dewi Yunani diundang pada pesta itu kecuali satu, Dewi Eris
yang merupakan Dewi Perselisihan. Murka atas hal ini, Dewi Eris lalu membalas
dendam. Ia menjatuhkan sebuah apel emas bertuliskan kallistei yang
artinya “Untuk yang Tercantik”. Athena, Hera dan Aphrodite yang merasa sebagai
dewi tercantik pun berebut apel emas tersebut. Mereka meminta pendapat Zeus
untuk menentukan siapa yang berhak atas apel tersebut. Namun Zeus tidak ingin
memihak siapapun. Ia lantas menyuruh ketiga dewi untuk bertanya kepada Paris,
seorang pangeran Troya.
Ketiga dewi itupun
lalu bertanya kepada Paris. Mereka membujuk Paris agar memilih salah satu dari
mereka sebagai dewi tercantik. Athena menjanjikan Paris agar ia menjadi
jenderal perang yang gagah dan bijaksana. Hera mengiming-iminginya dengan harta
kekayaan yang amat berlimpah. Sedangkan Aphrodite menawarkan akan memberikan
Helene, wanita tercantik di dunia sekaligus ratu dari Sparta.
Paris sebenarnya
sudah beristri, tetapi karena bujukan dewi Aphrodite, akhirnya ia memilih
Aphrodite sebagai dewi yang tercantik. Untuk menunaikan janji Aphrodite pada
Paris, mereka berdua pun berangkat ke Sparta. Disana, Aphrodite membuat Helene
jatuh cinta pada Paris dengan bantuan anak panah cinta milik Cupid, anak
Aphrodite. Menelaus, sang raja Sparta saat itu sedang pergi ke Kreta untuk
menghadiri pemakaman kakeknya. Kesempatan ini pun diambil Paris untuk membawa
kabur Helene ke Kota Troya.
Saat Raja Menelaus
tahu bahwa istrinya diculik, Menelaus murka besar. Ia lalu meminta bantuan pada
Agamemnon, saudaranya sekaligus Raja Mikenai. Agamemnon membawa seratus kapal
dan dijadikan sebagai pemimpin perang. Tetapi Agememnon dan Menelaus diberitahu
oleh seorang peramal bernama Kalkhas bahwa mereka tidak akan menang tanpa
bantuan para pahlawan, yakni Odisseus dan Achilles. Maka mereka berdua pun
pergi untuk mencari dua pahlawan ini.
Awalnya, pahlawan
Odisseus tidak ingin diajak berperang karena ia baru saja memiliki seorang bayi,
dan Kalkhas meramalkan bahwa ia baru bisa pulang setelah dua puluh tahun
lamanya. Tetapi setelah dibujuk dan dipaksa, akhirnya Odisseus ikut serta dalam
perang. Berbeda dengan Odisseus, Achilles sangat ingin pergi berperang. Tetapi
ibunya melarang karena ia ingin Achilles berumur panjang. Achilles meyakinkan
ibunya bahwa ia lebih baik hidup singkat tetapi berjaya daripada hidup lama
yang membosankan. Akhirnya ibunya pun membolehkan Achilles pergi dengan satu
syarat, Achilles dilarang membunuh Tenes, putra Apollo, karena ia akan mati di
tangan Apollo jika ia membunuh Tenes.
Setelah seluruh
pasukan berkumpul, Agamemnon melakukan kurban untuk dewa-dewi di Aulis. Pasukan
pun melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mendarat di Misia. Namun mereka
malah salah menyerang Kota Teuthrania karena mengiranya sebagai Kota Troya.
Telefos, sang Raja Teuthrania dengan gigih mempertahankan wilayahnya, namun ia
dilukai oleh tombak Achilles. Luka itu hanya bisa disembuhkan kembali oleh
Achilles. Karena itu, ia berjanji akan menjadi
pemandu menuju Kota Troya jika Achilles menyembuhkannya. Setelah Achilles
menyembuhkannya, Telefos pun ikut dalam perjalanan menuju Troya. Namun, saat
hendak melanjutkan perjalanan, turun badai berkepanjangan yang diperkirakan
sebagai kemarahan Dewi Artemis karena Agamemnon lupa memberi kurban untuknya. Untuk
meredakan badai Artemis, akhirnya Agamemnon dengan amat terpaksa mengorbankan
putrinya sendiri, Ifigenia.
Setelah badai
mereda, mereka pun melanjutkan perjalanan dengan dipandu oleh Telefos. Saat
armada sampai di Pulau Tendos, Raja Tenes putra Apollo menyerang. Raja Tenes
pun lalu mati ditangan Achilles, dan dengan ini Achilles melanggar janjinya
pada ibunya untuk tidak membunuh Tenes. Hal ini membuat Dewa Apollo murka dan
menaruh dendam pada Achilles.
--__--__--__--
Sebelum Armada
mencapai Troya, Menelaus dan Odisseus sudah lebih dulu pergi ke sana untuk melakukan
perundingan. Menelaus meminta Paris untuk mengembalikan Helene. Beberapa tetua
dari Troya juga menyetujui hal ini untuk menghindari pertumpahan darah. Tetapi
Paris bersikeras menolak. Akhirnya Menelaus dan Odisseus kembali ke kapal
pasukan Yunani dan mengabari bahwa perang tidak bisa dihindari.
Armada Yunani pun
menambatkan kapal-kapal mereka di pelabuhan Troya, namun tidak ada yang berani
turun karena menurut ramalan Kalkhas, prajurit pertama yang turun akan mati
lebih dulu. Akhirnya Oddiseus turun duluan, namun ia mendarat di atas
perisainya tanpa menginjak tanah Troya. Mengira kalau Oddiseus yang akan mati
lebih dulu, seorang prajurit bernama Protesilaos akhirnya menyusul turun dan
langsung menyerang prajurit Troya. Akhirnya Protesilaoslah yang pertama kali
mati di tanah Troya setelah dibunuh oleh Hektor, saudara Paris.
Di hari-hari
pertempuran, bangsa Yunani menguasai arena tempur. Karena takut akan kemenangan
bangsa Yunani, pihak Troya pun akhirnya membuat keputusan bahwa perang akan
diselesaikan oleh pertandingan satu lawan satu antara Paris dan Menelaus, kedua
orang yang memperebutkan Helene. Jika Menelaus menang, maka Paris harus
mengembalikan Helene. Namun jika Paris yang menang maka seluruh armada harus
meninggalkan Tanah Troya. Di pertarungan itu, Menelaus hampir menang tetapi
Dewi Aphrodite menolong Paris dan membawanya kabur. Meskipun demikian,
orang-orang beranggapan Menelauslah yang menang. Karena itu akhirnya diadakan
gencatan senjata.
Perdamaian ini
membuat Dewa Zeus tidak senang. Karena sebenarnya Zeuslah yang merencanakan
Perang Troya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah manusia, terutama
manusia-manusia setengah dewa. Maka Zeus memberi titah pada Athena untuk
melanjutkan peperangan. Athena pun segera menyamar menjadi salah satu prajurit
Troya, lalu mengelabui Pandaros, salah seorang jenderal perang, untuk menyerang
pasukan Yunani. Pandaros pun memanah Menelaus tetapi diselamatkan oleh Athena,
karena Athena memihak kubu Yunani. Karena hal ini, pasukan Yunani pun mengira
bahwa pihak Troya telah melanggar perjanjian damai, karena itulah mereka
kembali membalas sehingga perang berlanjut.
Diomedes, salah
seorang pahlawan Yunani, tampil bersinar dalam perang ini. Ia memukul mundur
banyak pasukan Troya. ia juga sempat melukai Aphrodite dan mengalahkan Dewa
Ares yang menyamar menjadi prajurit Troya. Ia bahkan sempat menghadapi Apollo
sebelum dewa itu memperingatkannya untuk mundur.
Hingga pada tahun
kesepuluh perang, pasukan Yunani sadar mereka tidak akan menang selama Troya
mendapat bantuan dari wilayah sekitarnya. Karena itu pasukan Yunani pun
meluluhlantakan kota-kota yang membantu Troya. Dalam penyerangan itu, mereka juga
banyak mengambil tawanan wanita. Achilles mengambil Briseis sedangkan Agamemnon
mengambil Khriseis yang merupakan pendeta Apollo. Hal ini membuat Apollo murka
dan menurunkan wabah penyakit pada pasukan Yunani. Agamemnon pun mengembalikan
Khriseis, tetapi ia justru merebut Briseis. Hal ini membuat Achilles marah
sehingga ia menarik mundur pasukannya, Pasukan Mirmidon, dan mengatakan kalau
ia tidak akan ikut berperang lagi. Tanpa Achilles, pasukan Yunani pun kewalahan
menghadapi pasukan Troya.
Para pahlawan lain
pun mencoba membujuk Achilles untuk kembali ke medan perang. Namun Achilles
menolak. Walaupun Agamemnon sudah meminta maaf dengan mengembalikan Briseis dan
bahkan memberinya emas, Achilles tetap menolak. Achilles bahkan berencana untuk
pulang ke Yunani. Mendengar ini, Agamemnon pun ikut putus asa dan berniat
pulang dan mengakhiri perang.
Disisi lain,
Oddiseus dan Diomedes menyusup ke kamp pasukan Troya pada malam hari dan
membunuh beberapa prajurit Troya. Ia lalu mencuri dua kuda abadi milik pasukan
Troya dan membawanya ke kamp pasukan Yunani. Keesokan harinya, pasukan Troya
marah besar mengetahui kuda mereka dicuri. Troya lalu melakukan serangan
besar-besaran terhadap pasukan Yunani. Mereka berhasil melukai tiga pemimpin
pasukan Yunani; Agamemnon, Oddiseus, dan Diomedes. Dengan terlukanya pemimpin
pasukan Yunani, pasukan Troya maju sampai ke kamp pertahanan Yunani. Pasukan
Yunani pun amat kewalahan dengan hal ini.
Patroklos, sahabat
Achilles, kembali membujuk Achilles untuk kembali berperang. Namun Achilles
tetap tidak mau. Patroklos pun geram sehingga ia mencuri baju perang Achilles
dan menyamar menjadi Achilles. Ia lalu memimpin pasukan Mirmidon untuk memukul
mundur pihak Troya.
Pihak Troya yang
mengira Achilles telah kembali, maju dan memburunya. Patroklos sempat memukul
mundur pasukan Troya hingga pergi keluar kamp pertahanan Yunani. Namun,
akhirnya Hektor berhasil membunuh Patroklos. Kabar kematian Patroklos pun
sampai ke telinga Achilles. Achilles sangat menyesal karena kematian
sahabatnya. Ia pun memutuskan untuk kembali berperang demi membalaskan kematian
Patroklos.
Dengan peralatan
perang baru yang diberikan oleh Dewa Hephaestus, Achilles maju untuk memburu
Hektor. Dalam perjalanan menuju Troya, Achilles mengamuk sejadi-jadinya. Ia menghabisi
banyak pasukan Troya di Sungai Skamandros sehingga air sungai itu kotor oleh
darah dan mayat. Setibanya di gerbang Kota Troya, Hektor yang melihat
kedatangan Achilles teramat sangat ketakutan. Ia meminta perlindungan pada Dewa
Apollo tetapi sang dewa malah meninggalkannya. Sebaliknya Achilles dibantu oleh
Dewi Athena. Achilles pun lalu mengalahkan Hektor lalu menyeret mayatnya hingga
ke kamp Yunani.
Dengan kematian
Hektor, Troya dilanda dukacita yang teramat dalam. Raja Priamos dan Hekabe,
orang tua Hektor, teramat bersedih karena melihat mayat putranya diperlakukan
tidak layak oleh Achilles. Raja Priamos pun meminta bantuan Dewa Hermes untuk
mengantarkannya ke kamp Yunani. Disana ia meminta Achilles untuk mengembalikan
mayat putranya. Achilles setuju, ia bahkan mengadakan dua belas hari gencatan
senjata selama Troya memakamkan Hektor. Raja Priamos amat berterima kasih.
Hektor pun dimakamkan di Troya. Orang-orang Troya mengenang Hektor sebagai
“Sang Penjinak Kuda.”
--__--__--__--
Selepas pemakaman
Hektor, Troya dan Yunani kembali berperang. Kali ini Ratu Penthesileia dari
Amazon beserta pasukannya datang dan membantu Troya. Sang ratu menyombong bahwa
ia akan membunuh Achilles. Namun ternyata Achilles terlalu kuat untuknya
sehingga ia yang terbunuh. Mayat sang ratu lalu dilemparkan ke sungai oleh
Diomedes.
Setelah kematian
Penthesileia, bangsa Troya kembali mendapat bantuan. Kali ini oleh bangsa
Ethiopia yang dipimpin oleh pangeran Memnon. Memnon berhasil membunuhi banyak
prajurit-prajutit Yunani. Namun, akhirnya ia pun mati ditangan Achilles.
Setelah kematian Memnon, pasukan Troya pun mundur. Hal ini dimanfaatkan
Achilles untuk menyerang. Namun saat sampai di gerbang Kota Troya, Paris
memanah Achilles. Panah Paris lalu diarahkan oleh Dewa Apollo ke tumit
Achilles, satu-satunya bagian tubuh Achilles yang menjadi kelemahannya.
Achilles pun mati, sesuai perkataan ibunya bahwa ia akan mati ditangan Apollo
karena telah membunuh Tenes. Odisseus pun membawa jenazah Achilles untuk
dimakamkan dengan layak. Di pemakaman, Thetis datang dan mewariskan peralatan
perang Achilles untuk Odisseus.
Selepas kematian
Achilles, pasukan Yunani putus asa. Lalu datanglah ramalan dari Kalkhas bahwa
Troya tidak akan kalah sebelum Paris mati, dan Paris hanya bisa dikalahkan oleh
Panah Herakles. Maka pasukan pun pergi mencari panah itu. Panah Herakles
dipegang oleh Filoktetes, salah seorang prajurit Yunani yang terluka di sebuah
pulau. Awalnya Filoktetes menolak untuk ikut. Namun ia dijanjikan kesembuhan
dan akhirnya ikut dalam perang. Filoktetes pun berperang dan berhasil membunuh
Paris.
Setelah kematian
Paris, Helene diperebutkan oleh dua saudara Paris, Helenos dan Deifobos.
Deifobos terpilih menjadi suami baru Helene. Hal ini membuat Helenos marah
sehingga ia berkhianat dan bergabung dalam pasukan Yunani. Helenos mengatakan
pada Odisseus bahwa Kota Troya dilindungi oleh Palladium, patung Dewi Athena.
Maka Odisseus pun menghancurkan patung tersebut. Setelah menghancurkannya,
sebuah ide terbetik di kepala Odisseus untuk membangun sebuah kuda kayu
raksasa, kuda ini kelak dikenal dengan nama Kuda Troya.
Pasukan pun
membangun Kuda Troya dan mengisinya dengan prajurit-prajurit terbaik Yunani.
Sementara pasukan lainnya bersembunyi di balik pulau terdekat. Pihak Troya
mengira bahwa Yunani telah menyerah dan Kuda Troya merupakan hadiah untuk
Troya. maka mereka membawa masuk kuda tersebut. Rakyat Troya pun berpesta
besar-besaran hari itu sehingga malamnya mereka kelelahan.
Pada malam hari
lalu Odisseus bersama pasukannya keluar dari Kuda Troya dan membuka pintu
gerbang Kota Troya untuk membiarkan pasukan Yunani masuk. Perang besar pun
terjadi di dalam kota. Rakyat Troya tidak menyangka akan mendapat serangan dari
pihak Yunani. Banyak prajurit Troya yang mati malam itu. Ditengah kekacauan,
salah satu jenderal perang Troya, Aeneas, berhasil melarikan diri bersama
keluarganya.
--__--__--__--
Setelah
kemenangan, pasukan Yunani pun kembali pulang ke tanah Yunanni. Namun ditengah
laut mereka dihadang badai amukan Poseidon dan Athena. Athena meminta Poseidon
untuk menghancurkan pasukan Yunani karena ada salah seorang prajurit yang telah
menodai altar Athena sewaktu di Troya. Prajurit itu pun mati ditengah lautan
bersama beberapa pasukan lainnya. Sementara itu, pasukan lainnya juga banyak yang
mati akibat menabrak pulau-pulau karang.
Banyak prajurit
perang Yunani yang dikhianati oleh istri-istri mereka sendiri saat tiba kembali
ke wilayahnya. Akibatnya banyak prajurit yang terusir dari rumah mereka
sendiri. Menelaus dan Helene sendiri terdampar di Mesir selama tujuh tahun
karena mereka tidaka memberi kurban pada para dewa saat meninggalkan Troya.
Sementara itu, Odisseus, sesuai ramalan Kalkhas tidak dapat bertemu anak dan
istrinya sebelum dua puluh tahun. Odisseus tidak lupa memberi kurban pada para
dewa. Namun, ditengah jalan ia melukai Poliphemus, seorang cyclops putra
Poseidon. Poseidon pun marah dan membuat perjalanan pulang Odisseus menjadi
sepuluh tahun lamanya.