Selasa, 17 April 2018

Mitologi Perang Troya


Nama: Fadhli M. Adnan 1700007
            Perang Troya adalah salah satu perang terbesar dalam sejarah peradaban Yunani. Inti perang ini adalah penyerbuan bangsa Yunani terhadap kota Troya di Asia Kecil yang saat ini dipercaya terletak di Turki modern dekat Dardanelles. Perang ini terjadi pada sekitar abad ke-13 atau 12 SM dan berlangsung selama sepuluh tahun lamanya.
            Jika menurutkan mitologinya, Perang Troya sangat dipengaruhi oleh campur tangan dewa-dewi Yunani Kuno. Akar dari peperangan ini berawal pada pesta pernikahan Peleus dan Thetis, semua dewa-dewi Yunani diundang pada pesta itu kecuali satu, Dewi Eris yang merupakan Dewi Perselisihan. Murka atas hal ini, Dewi Eris lalu membalas dendam. Ia menjatuhkan sebuah apel emas bertuliskan kallistei yang artinya “Untuk yang Tercantik”. Athena, Hera dan Aphrodite yang merasa sebagai dewi tercantik pun berebut apel emas tersebut. Mereka meminta pendapat Zeus untuk menentukan siapa yang berhak atas apel tersebut. Namun Zeus tidak ingin memihak siapapun. Ia lantas menyuruh ketiga dewi untuk bertanya kepada Paris, seorang pangeran Troya.
            Ketiga dewi itupun lalu bertanya kepada Paris. Mereka membujuk Paris agar memilih salah satu dari mereka sebagai dewi tercantik. Athena menjanjikan Paris agar ia menjadi jenderal perang yang gagah dan bijaksana. Hera mengiming-iminginya dengan harta kekayaan yang amat berlimpah. Sedangkan Aphrodite menawarkan akan memberikan Helene, wanita tercantik di dunia sekaligus ratu dari Sparta.
            Paris sebenarnya sudah beristri, tetapi karena bujukan dewi Aphrodite, akhirnya ia memilih Aphrodite sebagai dewi yang tercantik. Untuk menunaikan janji Aphrodite pada Paris, mereka berdua pun berangkat ke Sparta. Disana, Aphrodite membuat Helene jatuh cinta pada Paris dengan bantuan anak panah cinta milik Cupid, anak Aphrodite. Menelaus, sang raja Sparta saat itu sedang pergi ke Kreta untuk menghadiri pemakaman kakeknya. Kesempatan ini pun diambil Paris untuk membawa kabur Helene ke Kota Troya.
            Saat Raja Menelaus tahu bahwa istrinya diculik, Menelaus murka besar. Ia lalu meminta bantuan pada Agamemnon, saudaranya sekaligus Raja Mikenai. Agamemnon membawa seratus kapal dan dijadikan sebagai pemimpin perang. Tetapi Agememnon dan Menelaus diberitahu oleh seorang peramal bernama Kalkhas bahwa mereka tidak akan menang tanpa bantuan para pahlawan, yakni Odisseus dan Achilles. Maka mereka berdua pun pergi untuk mencari dua pahlawan ini.
            Awalnya, pahlawan Odisseus tidak ingin diajak berperang karena ia baru saja memiliki seorang bayi, dan Kalkhas meramalkan bahwa ia baru bisa pulang setelah dua puluh tahun lamanya. Tetapi setelah dibujuk dan dipaksa, akhirnya Odisseus ikut serta dalam perang. Berbeda dengan Odisseus, Achilles sangat ingin pergi berperang. Tetapi ibunya melarang karena ia ingin Achilles berumur panjang. Achilles meyakinkan ibunya bahwa ia lebih baik hidup singkat tetapi berjaya daripada hidup lama yang membosankan. Akhirnya ibunya pun membolehkan Achilles pergi dengan satu syarat, Achilles dilarang membunuh Tenes, putra Apollo, karena ia akan mati di tangan Apollo jika ia membunuh Tenes.
            Setelah seluruh pasukan berkumpul, Agamemnon melakukan kurban untuk dewa-dewi di Aulis. Pasukan pun melanjutkan perjalanan hingga akhirnya mendarat di Misia. Namun mereka malah salah menyerang Kota Teuthrania karena mengiranya sebagai Kota Troya. Telefos, sang Raja Teuthrania dengan gigih mempertahankan wilayahnya, namun ia dilukai oleh tombak Achilles. Luka itu hanya bisa disembuhkan kembali oleh Achilles. Karena itu, ia  berjanji akan menjadi pemandu menuju Kota Troya jika Achilles menyembuhkannya. Setelah Achilles menyembuhkannya, Telefos pun ikut dalam perjalanan menuju Troya. Namun, saat hendak melanjutkan perjalanan, turun badai berkepanjangan yang diperkirakan sebagai kemarahan Dewi Artemis karena Agamemnon lupa memberi kurban untuknya. Untuk meredakan badai Artemis, akhirnya Agamemnon dengan amat terpaksa mengorbankan putrinya  sendiri, Ifigenia.
            Setelah badai mereda, mereka pun melanjutkan perjalanan dengan dipandu oleh Telefos. Saat armada sampai di Pulau Tendos, Raja Tenes putra Apollo menyerang. Raja Tenes pun lalu mati ditangan Achilles, dan dengan ini Achilles melanggar janjinya pada ibunya untuk tidak membunuh Tenes. Hal ini membuat Dewa Apollo murka dan menaruh dendam pada Achilles.
--__--__--__--
            Sebelum Armada mencapai Troya, Menelaus dan Odisseus sudah lebih  dulu pergi ke sana untuk melakukan perundingan. Menelaus meminta Paris untuk mengembalikan Helene. Beberapa tetua dari Troya juga menyetujui hal ini untuk menghindari pertumpahan darah. Tetapi Paris bersikeras menolak. Akhirnya Menelaus dan Odisseus kembali ke kapal pasukan Yunani dan mengabari bahwa perang tidak bisa dihindari.
            Armada Yunani pun menambatkan kapal-kapal mereka di pelabuhan Troya, namun tidak ada yang berani turun karena menurut ramalan Kalkhas, prajurit pertama yang turun akan mati lebih dulu. Akhirnya Oddiseus turun duluan, namun ia mendarat di atas perisainya tanpa menginjak tanah Troya. Mengira kalau Oddiseus yang akan mati lebih dulu, seorang prajurit bernama Protesilaos akhirnya menyusul turun dan langsung menyerang prajurit Troya. Akhirnya Protesilaoslah yang pertama kali mati di tanah Troya setelah dibunuh oleh Hektor, saudara Paris.
            Di hari-hari pertempuran, bangsa Yunani menguasai arena tempur. Karena takut akan kemenangan bangsa Yunani, pihak Troya pun akhirnya membuat keputusan bahwa perang akan diselesaikan oleh pertandingan satu lawan satu antara Paris dan Menelaus, kedua orang yang memperebutkan Helene. Jika Menelaus menang, maka Paris harus mengembalikan Helene. Namun jika Paris yang menang maka seluruh armada harus meninggalkan Tanah Troya. Di pertarungan itu, Menelaus hampir menang tetapi Dewi Aphrodite menolong Paris dan membawanya kabur. Meskipun demikian, orang-orang beranggapan Menelauslah yang menang. Karena itu akhirnya diadakan gencatan senjata.
            Perdamaian ini membuat Dewa Zeus tidak senang. Karena sebenarnya Zeuslah yang merencanakan Perang Troya dengan tujuan untuk mengurangi jumlah manusia, terutama manusia-manusia setengah dewa. Maka Zeus memberi titah pada Athena untuk melanjutkan peperangan. Athena pun segera menyamar menjadi salah satu prajurit Troya, lalu mengelabui Pandaros, salah seorang jenderal perang, untuk menyerang pasukan Yunani. Pandaros pun memanah Menelaus tetapi diselamatkan oleh Athena, karena Athena memihak kubu Yunani. Karena hal ini, pasukan Yunani pun mengira bahwa pihak Troya telah melanggar perjanjian damai, karena itulah mereka kembali membalas sehingga perang berlanjut.
            Diomedes, salah seorang pahlawan Yunani, tampil bersinar dalam perang ini. Ia memukul mundur banyak pasukan Troya. ia juga sempat melukai Aphrodite dan mengalahkan Dewa Ares yang menyamar menjadi prajurit Troya. Ia bahkan sempat menghadapi Apollo sebelum dewa itu memperingatkannya untuk mundur.
            Hingga pada tahun kesepuluh perang, pasukan Yunani sadar mereka tidak akan menang selama Troya mendapat bantuan dari wilayah sekitarnya. Karena itu pasukan Yunani pun meluluhlantakan kota-kota yang membantu Troya. Dalam penyerangan itu, mereka juga banyak mengambil tawanan wanita. Achilles mengambil Briseis sedangkan Agamemnon mengambil Khriseis yang merupakan pendeta Apollo. Hal ini membuat Apollo murka dan menurunkan wabah penyakit pada pasukan Yunani. Agamemnon pun mengembalikan Khriseis, tetapi ia justru merebut Briseis. Hal ini membuat Achilles marah sehingga ia menarik mundur pasukannya, Pasukan Mirmidon, dan mengatakan kalau ia tidak akan ikut berperang lagi. Tanpa Achilles, pasukan Yunani pun kewalahan menghadapi pasukan Troya.
            Para pahlawan lain pun mencoba membujuk Achilles untuk kembali ke medan perang. Namun Achilles menolak. Walaupun Agamemnon sudah meminta maaf dengan mengembalikan Briseis dan bahkan memberinya emas, Achilles tetap menolak. Achilles bahkan berencana untuk pulang ke Yunani. Mendengar ini, Agamemnon pun ikut putus asa dan berniat pulang dan mengakhiri perang.
            Disisi lain, Oddiseus dan Diomedes menyusup ke kamp pasukan Troya pada malam hari dan membunuh beberapa prajurit Troya. Ia lalu mencuri dua kuda abadi milik pasukan Troya dan membawanya ke kamp pasukan Yunani. Keesokan harinya, pasukan Troya marah besar mengetahui kuda mereka dicuri. Troya lalu melakukan serangan besar-besaran terhadap pasukan Yunani. Mereka berhasil melukai tiga pemimpin pasukan Yunani; Agamemnon, Oddiseus, dan Diomedes. Dengan terlukanya pemimpin pasukan Yunani, pasukan Troya maju sampai ke kamp pertahanan Yunani. Pasukan Yunani pun amat kewalahan dengan hal ini.
            Patroklos, sahabat Achilles, kembali membujuk Achilles untuk kembali berperang. Namun Achilles tetap tidak mau. Patroklos pun geram sehingga ia mencuri baju perang Achilles dan menyamar menjadi Achilles. Ia lalu memimpin pasukan Mirmidon untuk memukul mundur pihak Troya.
            Pihak Troya yang mengira Achilles telah kembali, maju dan memburunya. Patroklos sempat memukul mundur pasukan Troya hingga pergi keluar kamp pertahanan Yunani. Namun, akhirnya Hektor berhasil membunuh Patroklos. Kabar kematian Patroklos pun sampai ke telinga Achilles. Achilles sangat menyesal karena kematian sahabatnya. Ia pun memutuskan untuk kembali berperang demi membalaskan kematian Patroklos.
            Dengan peralatan perang baru yang diberikan oleh Dewa Hephaestus, Achilles maju untuk memburu Hektor. Dalam perjalanan menuju Troya, Achilles mengamuk sejadi-jadinya. Ia menghabisi banyak pasukan Troya di Sungai Skamandros sehingga air sungai itu kotor oleh darah dan mayat. Setibanya di gerbang Kota Troya, Hektor yang melihat kedatangan Achilles teramat sangat ketakutan. Ia meminta perlindungan pada Dewa Apollo tetapi sang dewa malah meninggalkannya. Sebaliknya Achilles dibantu oleh Dewi Athena. Achilles pun lalu mengalahkan Hektor lalu menyeret mayatnya hingga ke kamp Yunani.
            Dengan kematian Hektor, Troya dilanda dukacita yang teramat dalam. Raja Priamos dan Hekabe, orang tua Hektor, teramat bersedih karena melihat mayat putranya diperlakukan tidak layak oleh Achilles. Raja Priamos pun meminta bantuan Dewa Hermes untuk mengantarkannya ke kamp Yunani. Disana ia meminta Achilles untuk mengembalikan mayat putranya. Achilles setuju, ia bahkan mengadakan dua belas hari gencatan senjata selama Troya memakamkan Hektor. Raja Priamos amat berterima kasih. Hektor pun dimakamkan di Troya. Orang-orang Troya mengenang Hektor sebagai “Sang Penjinak Kuda.”

--__--__--__--
            Selepas pemakaman Hektor, Troya dan Yunani kembali berperang. Kali ini Ratu Penthesileia dari Amazon beserta pasukannya datang dan membantu Troya. Sang ratu menyombong bahwa ia akan membunuh Achilles. Namun ternyata Achilles terlalu kuat untuknya sehingga ia yang terbunuh. Mayat sang ratu lalu dilemparkan ke sungai oleh Diomedes.
            Setelah kematian Penthesileia, bangsa Troya kembali mendapat bantuan. Kali ini oleh bangsa Ethiopia yang dipimpin oleh pangeran Memnon. Memnon berhasil membunuhi banyak prajurit-prajutit Yunani. Namun, akhirnya ia pun mati ditangan Achilles. Setelah kematian Memnon, pasukan Troya pun mundur. Hal ini dimanfaatkan Achilles untuk menyerang. Namun saat sampai di gerbang Kota Troya, Paris memanah Achilles. Panah Paris lalu diarahkan oleh Dewa Apollo ke tumit Achilles, satu-satunya bagian tubuh Achilles yang menjadi kelemahannya. Achilles pun mati, sesuai perkataan ibunya bahwa ia akan mati ditangan Apollo karena telah membunuh Tenes. Odisseus pun membawa jenazah Achilles untuk dimakamkan dengan layak. Di pemakaman, Thetis datang dan mewariskan peralatan perang Achilles untuk Odisseus.
            Selepas kematian Achilles, pasukan Yunani putus asa. Lalu datanglah ramalan dari Kalkhas bahwa Troya tidak akan kalah sebelum Paris mati, dan Paris hanya bisa dikalahkan oleh Panah Herakles. Maka pasukan pun pergi mencari panah itu. Panah Herakles dipegang oleh Filoktetes, salah seorang prajurit Yunani yang terluka di sebuah pulau. Awalnya Filoktetes menolak untuk ikut. Namun ia dijanjikan kesembuhan dan akhirnya ikut dalam perang. Filoktetes pun berperang dan berhasil membunuh Paris.
            Setelah kematian Paris, Helene diperebutkan oleh dua saudara Paris, Helenos dan Deifobos. Deifobos terpilih menjadi suami baru Helene. Hal ini membuat Helenos marah sehingga ia berkhianat dan bergabung dalam pasukan Yunani. Helenos mengatakan pada Odisseus bahwa Kota Troya dilindungi oleh Palladium, patung Dewi Athena. Maka Odisseus pun menghancurkan patung tersebut. Setelah menghancurkannya, sebuah ide terbetik di kepala Odisseus untuk membangun sebuah kuda kayu raksasa, kuda ini kelak dikenal dengan nama Kuda Troya.
            Pasukan pun membangun Kuda Troya dan mengisinya dengan prajurit-prajurit terbaik Yunani. Sementara pasukan lainnya bersembunyi di balik pulau terdekat. Pihak Troya mengira bahwa Yunani telah menyerah dan Kuda Troya merupakan hadiah untuk Troya. maka mereka membawa masuk kuda tersebut. Rakyat Troya pun berpesta besar-besaran hari itu sehingga malamnya mereka kelelahan.
            Pada malam hari lalu Odisseus bersama pasukannya keluar dari Kuda Troya dan membuka pintu gerbang Kota Troya untuk membiarkan pasukan Yunani masuk. Perang besar pun terjadi di dalam kota. Rakyat Troya tidak menyangka akan mendapat serangan dari pihak Yunani. Banyak prajurit Troya yang mati malam itu. Ditengah kekacauan, salah satu jenderal perang Troya, Aeneas, berhasil melarikan diri bersama keluarganya.
           
--__--__--__--
            Setelah kemenangan, pasukan Yunani pun kembali pulang ke tanah Yunanni. Namun ditengah laut mereka dihadang badai amukan Poseidon dan Athena. Athena meminta Poseidon untuk menghancurkan pasukan Yunani karena ada salah seorang prajurit yang telah menodai altar Athena sewaktu di Troya. Prajurit itu pun mati ditengah lautan bersama beberapa pasukan lainnya. Sementara itu, pasukan lainnya juga banyak yang mati akibat menabrak pulau-pulau karang.
            Banyak prajurit perang Yunani yang dikhianati oleh istri-istri mereka sendiri saat tiba kembali ke wilayahnya. Akibatnya banyak prajurit yang terusir dari rumah mereka sendiri. Menelaus dan Helene sendiri terdampar di Mesir selama tujuh tahun karena mereka tidaka memberi kurban pada para dewa saat meninggalkan Troya. Sementara itu, Odisseus, sesuai ramalan Kalkhas tidak dapat bertemu anak dan istrinya sebelum dua puluh tahun. Odisseus tidak lupa memberi kurban pada para dewa. Namun, ditengah jalan ia melukai Poliphemus, seorang cyclops putra Poseidon. Poseidon pun marah dan membuat perjalanan pulang Odisseus menjadi sepuluh tahun lamanya.